Merak.

Vox.

 
July 5, 2026

Ditresnarkoba Polda Banten Gagalkan Peredaran 195 Cartridge Vape Berisi Etomidate



Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten kembali berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis baru Etomidate yang dikemas dalam bentuk cartridge vape elektrik. Pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan setelah polisi menerima informasi mengenai adanya pengiriman paket mencurigakan dari Medan menuju wilayah Kecamatan Walantaka, Kota Serang.


Direktur Reserse Narkoba Polda Banten Kombes Pol Wiwin Setiawan, menjelaskan bahwa kesaksian informasi tersebut, penyidik ​​segera berkoordinasi dengan pihak jasa ekspedisi dan menerapkan metode kontrol pengiriman untuk memastikan identitas penerima paket sekaligus mengungkap jaringan yang terlibat.


"Setelah paket diterima oleh tersangka ZM, tim langsung melakukan penangkapan. Dari hasil pemeriksaan ditemukan sebanyak 195 cartridge vape yang diduga berisi cairan narkotika jenis Etomidate, terdiri dari 150 cartridge bermerek Squid Game dan 45 cartridge bermerek Thugs. Seluruh barang bukti tersebut disamarkan di dalam kemasan kopi Aceh untuk mengelabui petugas,” ujar Wiwin pada Senin (29/06).


Selain mengamankan paket tersebut, penyidik ​​juga melakukan penggeledahan di kediaman tersangka dan menemukan barang bukti narkotika lain yang diakui digunakan oleh tersangka. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ZM berperan sebagai kurir yang bertugas menerima paket sebelum kembali mengirimkannya ke penerima lain yang diduga berada di wilayah Jawa Tengah. Polisi pun masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap penerima berikutnya maupun pengontrol jaringan yang diduga mengirim barang dari Medan.


"Nilai barang bukti yang berhasil diamankan diperkirakan mencapai hampir Rp1 miliar. Kami menduga barang tersebut berasal dari luar negeri dan masuk melalui jalur Medan sebelum dikirim ke berbagai daerah menggunakan jasa ekspedisi. Modus ini menjadi perhatian serius karena memanfaatkan layanan pengiriman untuk menghindari pengawasan aparat," ungkap Wiwin.


Lebih lanjut, Wiwin menjelaskan bahwa Etomidate merupakan narkotika golongan II sesuai perubahan penggolongan narkotika berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025. Saat ini, peredarannya semakin marak dengan memanfaatkan perangkat pod atau vape, sehingga sulit dibedakan dengan rokok elektrik biasa.


"Cartridge tersebut tinggal dipasang pada perangkat vape dan digunakan seperti rokok elektrik pada umumnya. Modus ini membuat cakupannya tidak mudah dikenali dan banyak menyasar kalangan anak muda atau Generasi Z," terangnya.


Wiwin menambahkan bahwa Etomidate pada dasarnya merupakan zat anestesi yang digunakan dalam dunia medis untuk pembiusan pasien sebelum menjalani operasi. Namun apabila disalahgunakan, zat tersebut dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, halusinasi, rasa melayang (terbang), hingga menimbulkan ketergantungan.


“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur menggunakan vape yang tidak jelas asal-usulnya serta segera melaporkan kepada kepolisian jika mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan terkait peredaran narkotika. Polda Banten berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan hingga mengungkap seluruh jaringan, mulai dari pengirim, penerima, hingga pihak yang mengendalikan peredaran narkotika jenis baru ini,” tutup Wiwin.