Kapolres Cilegon: Bhabinkamtibmas dan Intelijen Adalah Mata dan Telinga Pimpinan
- byFERI
- August 06, 2026
Semangat
membangun organisasi Polri yang profesional, humanis, dan semakin dipercaya
masyarakat ditegaskan Kapolres Cilegon AKBP M. Probandono Bobby Danuardi, S.H.,
S.I.K., M.Si., saat memimpin apel jam pimpinan di Lapangan Apel Polres Cilegon,
Rabu (5/8/2026).
Apel yang diikuti Wakapolres Cilegon Kompol
M. Ridzky Salatun, para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, para perwira, bintara,
serta ASN Polres Cilegon tersebut menjadi momentum untuk memperkuat soliditas
internal sekaligus menyamakan visi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada
masyarakat.
Mengawali arahannya, Kapolres menyampaikan
apresiasi kepada seluruh personel Polres Cilegon atas dedikasi, loyalitas, dan
pengabdian yang telah ditunjukkan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta
memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, capaian yang telah diraih
merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang selalu hadir di tengah
masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Dalam arahannya, Kapolres memperkenalkan
filosofi pohon sebagai gambaran kepemimpinan di lingkungan Polri. Ia
menjelaskan bahwa sebuah organisasi yang kuat harus memiliki akar yang kokoh
berupa integritas, kejujuran, moralitas, serta berlandaskan nilai-nilai
Tribrata, Catur Prasetya, dan Polri Presisi.
“Dengan akar yang kuat, organisasi akan mampu
tumbuh dan menghadapi berbagai tantangan. Integritas adalah fondasi utama.
Tanpa integritas, sehebat apa pun kemampuan seseorang tidak akan mampu
bertahan,” ujar Kapolres.
Kapolres menjelaskan bahwa batang pohon
melambangkan pemimpin yang harus menjadi teladan, mampu mengambil keputusan
secara tegas, konsisten, dan bertanggung jawab.
Sementara
dahan menggambarkan para perwira yang berperan mengarahkan strategi, membagi
tugas, serta memperkuat koordinasi lintas fungsi agar seluruh program
organisasi berjalan efektif.
Adapun ranting merupakan simbol seluruh
personel pelaksana yang menjadi penggerak utama dalam mengimplementasikan
setiap kebijakan di lapangan secara kolaboratif, sedangkan daun menjadi
gambaran hasil nyata berupa terciptanya keamanan, ketertiban, pelayanan publik
yang prima, penegakan hukum yang berkeadilan, hingga meningkatnya kepercayaan
masyarakat terhadap institusi Polri.
Selain menanamkan filosofi kepemimpinan,
Kapolres juga menekankan pentingnya komunikasi sebagai pondasi utama dalam
membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh personel bahwa
pelayanan publik yang baik selalu diawali dengan komunikasi yang baik, sehingga
setiap anggota Polri harus mampu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan
masyarakat dengan sikap humanis, penuh empati, dan bekerja dengan hati yang
tulus.
Kapolres juga menegaskan pentingnya
kolaborasi dan sinergitas bersama seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah
daerah, TNI, Forkopimda, maupun elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas
keamanan wilayah.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres
memberikan perhatian khusus terhadap peran Bhabinkamtibmas dan fungsi Intelijen
sebagai mata dan telinga pimpinan yang memiliki tugas melakukan deteksi dini
terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
Sementara itu, Polsek disebut sebagai tulang
punggung Polres yang harus mengedepankan langkah-langkah preemtif dan preventif
dalam menyelesaikan setiap persoalan di tengah masyarakat, sedangkan penegakan
hukum menjadi langkah terakhir atau ultimum remedium apabila upaya pembinaan
tidak lagi efektif.
Sebagai bentuk motivasi bagi personel,
Kapolres menegaskan akan menerapkan sistem reward and punishment secara
konsisten. Anggota yang menunjukkan prestasi dan dedikasi tinggi akan diberikan
penghargaan, sedangkan pelanggaran terhadap aturan akan ditindak secara tegas
sesuai ketentuan yang berlaku.
Salah satu bentuk apresiasi yang akan
diberikan kepada personel berprestasi adalah program penghargaan ibadah umrah
bagi anggota Bhabinkamtibmas yang dinilai memiliki kinerja terbaik setiap
bulannya sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dalam melayani masyarakat.
Kapolres berharap seluruh personel terus
menjaga semangat pengabdian dengan mengedepankan komunikasi, kolaborasi, sinergitas,
serta bekerja dengan hati demi menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat.
“Kita harus menjadi organisasi yang saling
menguatkan. Bangun komunikasi yang baik, perkuat sinergi, bekerja dengan hati,
dan jadikan setiap tugas sebagai ladang pengabdian. Ketika seluruh personel
bergerak dengan semangat yang sama, maka kehadiran Polri benar-benar akan
dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Kapolres.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cilegon AKP
Imam Maryono mengatakan bahwa apel jam pimpinan merupakan sarana membangun
karakter dan budaya kerja yang positif di lingkungan Polres Cilegon.
“Arahan Kapolres menjadi motivasi bagi
seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat
integritas, serta memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat. Dengan
komunikasi yang baik, sinergitas yang kuat, dan semangat bekerja dengan hati,
Polres Cilegon berkomitmen terus menjaga keamanan dan menghadirkan pelayanan
terbaik bagi seluruh masyarakat,” ujar AKP Imam Maryono.
Melalui semangat kepemimpinan yang
berlandaskan integritas dan kolaborasi, Polres Cilegon optimistis mampu terus
meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mewujudkan situasi keamanan dan
ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif di wilayah hukum Polres
Cilegon.

